Kaum Miskin Indonesia

Kaum Miskin Indonesia
Perjuangan kita tak akan sia-sia. Asalkan kita tahu dari mana kita berasal (diktum sokrates), dan kemana tujuan kita (aquinas), serta dimana kita akan berhenti (Honing A Bana).

Minggu, 15 Desember 2013

Orator Ulung

  



BAB 1
Pidato sebagai medium penyampaian efektif
            Pidato merupakan medium yang sangat efektif dalam menyampaikan suatu pemikiran. Dikatakan efektif karena orator tersebut berhubungan langsung dengan massa. Keefektifan pidato terlihat ketika isi pidato orator tersebut dapat dipahami dan diterima public dengan baik. Agar pidato dapat efektif, seorang orator perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Setidaknya ia memiliki waktu yang cukup untuk mengumpulkan bahan-bahan yang akan dibicarakannya.
BAB II
Persiapan Awal
            Orator yang cermat akan memanfaatkan sebagian organ tubuhnya untuk mengekspresikan isi pidato dengan irama yang pas. Bagi mereka yang baru belajar berpidato, mereka mungkina agak canggung dan tekesan demam panggng. Sebenarnya, penyakit demam panggung tersebut dapat dihilangkan melalui latihan yang rutin. Adapun latihan tersebut berupa :
a.       Melatih suara
Suara adalah salah satu bagian terpenting dalam berpidato karena massa akan mendengarkan suara pidato yang dikeluarkan dari mulut orator. Suara yang baik akan menciptakan suasana menjadi hidup. Dengan melatih suara secara teratur, akan didapatkan hasil suara yang berkualitas dan bercirikhas.
b.      Melatih wajah
Melatih wajah dan tubuh sangat penting untuk menyesuaikan suara dan gerakan tubuh. Orator yang bersemangat akan menggunakan mimic wajah yang bersemangat pula. Ketika bernada pelan, ia akan menggerakkan bibirnya agak sedang. Pada saat mengacungan telunjukya, ia akan melantangkan suaranya. Gerakan wajah dan tubuh yang bervariasi itu dapat menambah daya tarik audiens.
c.       Melatih tubuh
Tidak semua organ tubuh digerakan pada saat berpidato. Hanya sebagian organ saja yang relative aktif bergerak saat tampil diatas podium diantaranya kepala, leher, tangan, dan badan, sedangkan kaki hanya digerakan sesekali saja. Ada beberapa macam gerakan tubuk yang kurang disukai oleh audiens, seperti menggaruk, mengernitkan hidung, mengeluarkan idah, merapikan rambut, dan melototkan mata. Sebaiknya gerakan-gerakan tersebut tidak dilakukan dan biasakan rutin untuk menggerakan tubuh agar selalu seirama dengan mimic dan suara.
d.      Menggunakan peralatan pidato
Hal terkecil yang sering dilupakan orator tentang cara penggunaan peralatan pidato. Dan peralatan tersebut antara lain :

1.      Mikrofon
Sebenarnya baik mikrofon berkabel maupun tidak berkabel sama dalam hal penggunaannya. Yang paling penting disini ialah jarak yang paling baik mikrofon dengan mulut adalah satu jengkal tangan, terlalu dekat seolah-olah member kesan yang kurang menarik dalam berpidato.
2.      Pengeras suara
Sebelum pidato dimulai alangkah baiknya pengeras suara diuji terlebih dahulu. Usaha ini sangatlah baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika acara pidato dimulai.
3.      Echo
Agar suara orator terdengar baik aturlah echo yang terdapat pada speajer, usahakan pengaturan jangan terlalu tinggi dan pengujian echo sebaiknya dilakukan sebelum acara pidato dimulai.
BAB III
Membangun Mentalitsa Yang Kuat
            Tidak semua orator memiliki mental yang kuat. Terkadang orang berani bicara ketika hatinya sedang serah maupun bahagia, tetapi ketika hadi pada suasana yang lain ia menolak tawaran untuk tampil dengan alasasan gerogi. Sikap seperti demikian itu tidak berlaku bagi orator yang baik karena seorang orator yang teruji mentalnya selalu siap berpidato kapanpun ia dibutuhkan. Berikut ini adalah cara-cara menumbuhkan mental yang kuat :
a.       Menggunakan setiap kesempatan
Bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Oleh karena itu, kita tidak petlu menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Jika kita sampai meniggalkan kesempatan itu berarti diri kita gagal menjadi orang yang pintar dan gagal melatih mental dalam diri kita sendiri.
b.      Rajin bertanya
Cara ini dikenal sangat efektif. Bahwa kesempatan seperti ini sering dijumpai diberbagai tempat dan kegiatan, seperti pada saat sekolah, kuliah, seminar, daln lain sebagainya. Bahwa dengan bertanya, berarti ilmu kita semakan bertambah dan yang terpenting adalah jangan malu bertanya. Dengan bertanya inilah kita sudah mampu memberanikan diri kita untuk berbicara di depan orang lain dengan ungkapan yang kritis.
c.       Membaca buku-buku psikologi
Banyak sekai orang yang jiwanya termotivasi setelah membaca buku-buku psikologi.Dari buku-buku seperti ini, kita dapatpelajaran yang sebelumnya tidak pernah diketahui.
d.      Membuat kelompok latihan
Usaha ini adalh kelanjutan dari poin pertama, cara ini dilakukan dengan mengajak teman-teman yang berminat masuk kedalam kelompok. Dengan membentuk kelompok latihan ini kita bisa saling emberi kesempatan dan mengevaluasi penampilan-penampilan yang telah dilakukan. Dengan demikian kita tidak perlu malu laki berbicara di depan orang.
BAB IV
Teknik Mempersiapkan Bahan
            Persiapan yang terkonsep dan teratur sangat diperlukan agar pidato yang kita sampaikan mudah dimengerti audiens. Ada beberapa langkah yang perlu disiapkan dalam berpidato :
  1. Menentukan topic pembicaraan
Sebelum menentukan topic pembicaraan, sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu aspek-aspek pendukungnya seperti bagaimana public yang akan dihadapi, wata dan karakter mereka, urgen diselenggarakan acara tersebut, dan lain sebagainya. Penilaian seperti ini akan membantu orator mengorelasikan antara topic dan public. Betapa senangnya orator apabila public menerima isi pembicaraannya dengan antusias.
  1. Mengalanisis Audiens
Memahami audiens dan situasi sangat memerlukan kecermatan dan kehati-hatian. Sekali berbuat salah dalam menerapkan poin ini, rusaklah kredibelitas seseorang sebagai orator. Tahap ini mencoba untuk meneliti dan menganalisis jenia audiens dari berbagai sisi dan mempelajari kemungkinan-kemungkian yang akan terjadi dan yang tidak akan terjadi. Kesalahan kecil akibat kecerobohan bisa saja mengundang cemoohan dari audiens.
  1. Menganalisa jenis acara
Menganalisa jenis acara termasuk factor yang penting untuk mempersiapkan bahan pidato karena orator dapat menyesuaikan diri sebelum tampil. Misalnya jenis acara formal, dalam acara seperti ini orator tampil serapi mungkin, bahasa yang digunakan adalah bahasa formal. Beda halnya dalam acara nonformal maupun acara keagamaan.
  1. Mengumpulkan dan menyusun bahan referensi
Bahan-bahan referensi sangat membantu kualitas pembicaraan seseorang. Kuncinya adalah sering membaca buku. Untuk mendapatkan bahan-bahan refereni sebenarnya tidak terlalu rumit, bergantung pada topic yang akan disampaikan. Banyak sekali cara untuk mendapatkan bahan referensi, misalnya engan pergi ke took buku, membaca buku di perpustakaan, dan lain sebagainya.
  1. Melatih penyajian
Banyak cara untuk melatih penyajian dalam berpidato. Salah satunya dengan berlatih di depan cermin. Dengan berlatih didepan cermin kita dapat mengevaluasi gaya bicara dan gerakan-gerakan tubuh kita. Sehingga pada saat berpidato nantinya kita tidak akan merasa canggung dalam menyampaikan isi pidato.
BAB V
Membangun Karakteristik Yang Khas
            Seseorang dikenal karena ada beberapa factor yang memudahkan orang lain untuk mengingatnya.Entah karena factor wajah, postur tubuh, suara, entah kebiasaan berpakaian. Terlebih lagi orang itu akan sangat sulit dilupakan bila ada sesuatu yang menarik yang dimilikinya. Pribadi yang luwes seperti inilah yang sangat jarang dimiliki setiap orang. Berikut ini adalah cara membangun kepribadian tersebut :
  1. Menciptakan cirri khas berbicara
Banyak sekali orator yang kurang kreatif dan menjiplak persis gaya bicara seseorang orator yang sudah popular. Namun, jangan dikira bahwa dengan cara ini akan mempermudah dalam penyapmapian isi pidato maupun mendapat sempatik dari audiens, bahkan justru akan menimbulkan cemoohan. Seorang orator yang kreatif akan menciptakan gaya berbicara dalm berpidato yang menjdaikannya berbeda dengan yang lainnya.
  1. Faktor penampilan
Jangan sekali-sekali meremehkan factor penampilan. Bahwa seorang orator yang tampil di depan massa akan menjdai sorotan utama yang dilihat oleh audiens. Kunci sukser orator sejati adalah kebriliannya dalam memadukan konsep berfikir, bergaya, berintonasi, dan berpenampilan.
  1. Membangun pribadi yang semarak
Sejumlah orator telah menciptakan brand imagenya dengan humor-humro segar. Sudah tentu sejumlah masyarakat sangat suka dengan pola sempalan seperti itu sehinggan rekaman-rekaman pidatonya laku di pasaran. Selain itu pidatonya saat diputar cocok untuk semua suasana. Kelebihan seperti ini sangatlah jarang dimiliki oleh kebanyakan orator. Banyak sekali cara untuk membangu  pribadi yang semarak saat berpidato salah satu caranya dengan menyisipkan cerita, humor, dan lain sebagainya.
  1. Menciptakan suasana komunikatif
Pada dasarnya, membangun suasana komunikatif bagi seorang orator tidak cukup saat berpidato karena hal itu akan menghilangkan kesan yang terlalu eksklusif. Membiasakan diri menyapa orang lain, seara tidak langsung telah memulai komunikatif. Setidaknya, ungkapan yang dibalas adalah senyuman kecil yang menggairahkan sang penyapa. Dengan menciptakan suasana yang komunikatif akan member kesan bahwa pidato kita terasa lebih hidup.
  1. Pribadi yang karismatik
Sosok manusia yang berkarismatik bukanlah sosok manusia yang misterius. Ia sangat akrab dengan lingkungan yang ada disekitarnya, karena ia tidak suka mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat, bahwa ia mersa dirinya bagian dari masyarakat. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang ditanamkan orang ini adalah bentuk pengabdian dan ketulusan.
BAB VI
Strategi khusus mengikuti lomba pidato
            Berikut ini dijelaskan factor-faktor khsus yang dapat dijadikan strategi dalam mengikuti lomba pidato
  1. Menguasai otosugesti
Otosugesti merupakan perkataan yang berada dibenak manusia . Tepatnya berada di alam baeah sadar manusia. Sepertinya otosugesti memang tidak terlihat, namun perannya sangat penting. Sebenarnya otosugesti dapat membuat naluri seseorang selalu menjadi pemenang sehingga orang tersebut seakan-akan tak akan pernah lelah berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan aksi di medan yang sesungguhnya.
  1. Perihal lomba pidato
Lomba pidato menantang keberanian seseorang untuk tampil berbicara sebaik mungkin. Oleh karena itu, seorang peserta sebaiknya tidak menggunakan naskah maupun teks. Selain itu, seorang peserta harus tahu gaya bicara yang pantas ditampilkan dalam lomna berpidato sebab tidak semua orang mengetahui hal ini. Walaupun sama-sama berbicara didepan public pidato berbeda dengan khotbah dan ceramah.
  1. Mengembangkan bakat-bakat khusus
Setiap manusai memeliki kelebihan dan kekurangan, khususnya dalam menggali bakat terpendam. Di dalam berpidato, seorang peserta harus mampu membaca diri tentang kelebihan yang akan digali dari dirinya sendiri. Misalnya, seseorang yang pandai dalam berdagang akan menyakinkan pembeli betapa bagusnya barang yang dijualnya itu. Dalam berpidato, ketika menyampaikan meteri seorang orator harus mampu menjelaskan setiap poin yang disampaikan agar para audiens paham akan materi yang disampaikannya.
  1. Hal-hal khusu yang disukai juri
Sebenarnya seorang juri itu sangat suka diajak bicara karena ia akan merasa sangat dihargai oleh orang trsebut. Kita bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan criteria penilaian dalam lomba tersebut. Disamping itu, banyak sekali hal-hal yang disukai okelh juri salah satunya adalah tepat waktu, ucapan hormat kepada juri, dan lain sebagainya.
  1. Membaca kekuatan lawan
Sebenarnya lawan dalam lomba pidato adalah tema, sekalipun belum saling mengenal. Di dalam lomba iti, kita bukanlah mencari musuh melainkan mencari temn, Dengan demikian lawan sebagai kawan, sehingga kita bisa menanyakan segala hal yang berkaitan dengan pidato yang akan dia sampaikan.
BAB VII
Singgasana sang orator ulung
            Singgasana sang orator ulung bukanlah di podium tmpat mereka berbicara. Podium hanyalah alat yang hanya digunakan dalam beberapa waktu saja. Singgasana yang sebenarnya adalah kejujuran dan kesetiaan, Dua hal inilah yang tidak pernah mengeksklusifkan diri seorang orator antara dipanggung dan bukan dipanggung.

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya



Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat, di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua). Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu.
Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat), sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).
Apabila dicermati, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi
kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan, sebagai kerangka-acuan-bersama,
bagi kebudayaan-kebudayaan di daerah:
1.      Sila Pertama, menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.      Sila Kedua, merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan, kedaerahan, maupun golongannya;
3.      Sila Ketiga, mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat;
4.      Sila Keempat, merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan;
5.      Sila Kelima, betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sabtu, 14 Desember 2013

kearifan lokal


BAB I
PENDAHULUAN

Perubahan adalah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Perubahan-perubahan yang terjadi bukan saja berhubungan dengan lingkungan fisik, tetapi juga dengan budaya manusia. Hubungan erat antara manusia dan lingkungan kehidupan fisiknya itulah yang melahirkan budaya manusia. Budaya lahir karena kemampuan manusia mensiasati lingkungan hidupnya agar tetap layak untuk ditinggali waktu demi waktu. Kebudayaan dipandang sebagai manifestasi kehidupan setiap orang atau kelompok orang yang selalu mengubah alam. Kebudayaan merupakan usaha manusia, perjuangan setiap orang atau kelompok dalam menentukan hari depannya. Kebudayaan merupakan aktivitas yang dapat diarahkan dan direncanakan. Oleh sebab itu dituntut adanya kemampuan, kreativitas, dan penemuan-penemuan baru. Manusia tidak hanya membiarkan diri dalam kehidupan lama melainkan dituntut mencari jalan baru dalam mencapai kehidupan yang lebih manusiawi. Dasar dan arah yang dituju dalam perencanaan kebudayaan adalah manusia sendiri sehingga humanisasi menjadi kerangka dasar dalam strategi kebudayaan.

BAB II
PEMBAHASAN

PENGARTIAN KEARIFAN LOKAL
Pengertian Kearifan Lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia, terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Local genius ini merupakan istilah yang mula pertama dikenalkan oleh Quaritch Wales. Para antropolog membahas secara panjang lebar pengertian local genius ini (Ayatrohaedi, 1986). Antara lain Haryati Soebadio mengatakan bahwa local genius adalah juga cultural identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri (Ayatrohaedi, 1986:18-19). Sementara Moendardjito (dalam Ayatrohaedi, 1986:40-41) mengatakan bahwa unsur budaya daerah potensial sebagai local genius karena telah teruji kemampuannya untuk bertahan sampai sekarang.
Ciri-cirinya adalah:
1. mampu bertahan terhadap budaya luar,
2. memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar,
3. memunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli,
4. memunyai kemampuan mengendalikan,
5. mampu memberi arah pada perkembangan budaya.
I Ketut Gobyah dalam “Berpijak pada Kearifan Lokal” dalam http://www. balipos.co.id, didownload 17/9/2003, mengatakan bahwa kearifan lokal (local genius) adalah kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meski pun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal.
S. Swarsi Geriya dalam “Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali” dalam Iun, http://www.balipos.co.id mengatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan melembaga.
Dalam penjelasan tentang ‘urf, Pikiran Rakyat terbitan 6 Maret 2003 menjelaskan bahwa tentang kearifan berarti ada yang memiliki kearifan (al- ‘addah al-ma’rifah), yang dilawankan dengan al-‘addah al-jahiliyyah. Kearifan adat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akal serta dianggap baik oleh ketentuan agama. Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya bernilai baik, karena kebiasaan tersebut merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang dan mengalami penguatan (reinforcement). Apabila suatu tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami penguatan secara terus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik akan hanya terjadi apabila terjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka ia tidak tumbuh secara alamiah tetapi dipaksakan.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari (daily problem solving).
Kearifan lokal merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dengan kata lain, kearifan lokal bersemayam pada budaya lokal (local culture).
Budaya lokal (juga sering disebut budaya daerah) merupakan istilah yang biasanya digunakan untuk membedakan suatu budaya dari budaya nasional (Indonesia) dan budaya global. Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain. Permendagri Nomor 39 Tahun 2007 pasal 1 mendefinisikan budaya daerah sebagai “suatu sistem nilai yang dianut oleh komunitas atau kelompok masyarakat tertentu di daerah, yang diyakini akan dapat memenuhi harapan-harapan warga masyarakatnya dan di dalamnya terdapat nilai-nilai, sikap tatacara masyarakat yang diyakini dapat memenuhi kehidupan warga masyarakatnya”.
Di Indonesia istilah budaya lokal juga sering disepadankan dengan budaya etnik/ subetnik. Setiap bangsa, etnik, dan sub etnik memiliki kebudayaan yang mencakup tujuh unsur, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian.
Secara umum, kearifan lokal (dalam situs Departemen Sosial RI) dianggap pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dengan pengertian-pengertian tersebut, kearifan lokal bukan sekedar nilai tradisi atau ciri lokalitas semata melainkan nilai tradisi yang mempunyai daya-guna untuk untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-damba oleh manusia.
Dari definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda, nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal.
Jenis-jenis kearifan local, antara lain;
1. Tata kelola,berkaitan dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades).
2. Nilai-nilai adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
3. Tata cara dan prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
4. Pemilihan tempat dan ruang.
Kearifan lokal yang berwujud nyata, antara lain;
1. Tekstual, contohnya yang ada tertuang dalam kitab kono (primbon), kalinder.
2. Tangible, contohnya bangunan yang mencerminkan kearifan lokal.
3. Candi borobodur, batik.
Kearifan lokal yang tidak berwujud;
• Petuah yang secara verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.
Fungsi kearifan lokal, yaitu;
1. Pelestarian alam,seperti bercocok tanam.
2. Pengembangan pengetahuan.
3. Mengembangkan SDM.
Contuh kearifan lokal yang ada di daerah banjar adalah seperti Baayun Maulid.
Contohnya pada cerpen ”Anak Ibu yang Kembali” karya Benny Arnas, di sana pandangan punya anak lelaki lebih baik daripada punya anak perempuan itu tidak dapat digolongkan dalam kearifan lokal karena toh memang tidak mampu menjawab pertanyaan zaman. Kini, di kota-kota besar, para orang tua lebih suka menginvestasikan hartanya untuk di masa tuanya nanti hidup leha-leha di rumah jompo elit tanpa memikirkan kehidupan anak-anaknya. Demikian pula dengan cerpen Hari Pasar karya Nenden Lilis yang bercerita tentang kehidupan seorang pedagang di sebuah pasar yang punya banyak anak dan harus berhutang sana-sini untuk kehidupannya sehari-hari termasuk untuk modal usahanya. Kehidupan semacam ini adalah gambaran yang nyata yang ada di sekitar kita, dan kearifan yang ada di sana adalah kearifan universal di mana meskipun miskin, tetapi pasangan orang tua di dalam cerpen itu mati-matian menyuruh anak-anaknya tetap sekolah.
Pertanyaan-pertanyaan;
1. Apa hubungan kearifan lokal dengan budaya lokal?
2. Jelaskan kembali apa yang dimaksud dengan kearifan lokal dan berikan contohnya?
Jawaban;
1. Hubungannya adalah kearifan lokal itu merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan menecerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dan kalau budaya lokal itu merupakan suatu budaya yang dimiliki suatu masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain.
2. Yang dimaksud dengan kearifan lokal adalah sesuatu yang berkaitan khusus dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu, serta memiliki nilai-nilai tradisi atau ciri lokalitas yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-damba oleh manusia yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
Contohnya dalam lingkungan, penebangan pohon yang ada di daerah Marabahan,mereka menebangnya tidak sembarang tebang saja tetapi dipilih pohon galam yang mana yang pantas untuk ditebang dan setelah ditebang pohon galam tersebut tidak dibiarkan lahan tersebut menjadi gundul, namun pohon-pohon tersebut ditanam kembali sehingga pohon-pohon galam tersebut tidak musnah dan alam menjadi rusak.

BAB III
KESIMPULAN
Kearifan lokal apabila diterjemahkan secara bebas dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Kalau mau jujur, sebenarnya nilai-nilai kearifan lokal ini sudah diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita kepada kita selaku anak-anaknya. Budaya gotong royong, saling menghormati dan tepa salira merupakan contoh kecil dari kearifan lokal. Sudah selayaknya, kita sebagai generasi muda mencoba untuk menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal yang ada agar tidak hilang ditelan perkembangan jaman.

Jumat, 13 Desember 2013

teknik menjadi moderator

Ada beberapa urutan langkah yang harus dilakukan moderator dalam sebuah presentasi, yakni : 1) Pembukaan; 2) Ucapan Selamat Datang pada Peserta; 3) Uraian singkat latar belakang dan tujuan presentasi; 4) Perkenalan Penyaji dan Tema Presentasi; 5) Penentuan waktu dan mekanisme tanya jawab; 6) Mengundang Pembicara menyajikan presentasi; 7) Rangkuman umum inti presentasi penyaji; Mengundang pendengar untuk bertanya; 9) Ucapan terimakasih kepada penyaji dan pendengar; 10) Moderator menutup presentasi
  1. Pembukaan
Tugas pertama Moderator adalah membuka jalannya presentasi, diskusi, seminar, lokakarya. Sebagai contoh saya sajikan kalimat pembuka sebagai berikut :
Selamat Pagi….Ass. Wr. Wb…..
Baiklah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, marilah kita buka pertemuan pagi ini dengan terlebih dahulu mengucap puji syukur kehadlirat Tuhan YME…..
  1. Ucapan Selamat Datang Peserta
Tugas berikut adalah mengucapkan selamat datang pada peserta. Disini upayakan agar peserta mendapat kesan yang menyenangkan terhadap acara presentasi sekaligus sedikit memberi kesan bahwa Anda adalah seorang moderator yang baik. Contoh kalimatnya adalah
Selamat datang bagi para eksekutif muda yang hadir dalam acara Diskusi yang menarik ini dan dilaksanakan di gedung yang juga ekslusif, yaitu…..
  1. Uraian singkat latar belakang dan tujuan presentasi
Upayakan peserta merasa tertarik dengan materi presentasi dengan menceritakan latar belakang dan tujuan presentasi. Disini moderator harus berusaha agar topik yang disajikan itu seolah-olah merupakan hal yang penting, up to date sekaligus dekat dengan kehidupan keseharian peserta. Contoh kalimatnya adalah
Diskusi yang menarik ini dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan kita pada……..Oleh karena itu, diskusi kita hari ini akan bertujuan untuk…..
  1. Perkenalan Penyaji dan Tema Presentasi
Dalam memperkenalkan presenter, upayakan agar audiens merasa yakin dengan kualitas dan kapabilitas si pembicara, utamanya kelayakan kompetensi sehubungan dengan makalah yang hendak disajikan. Contoh kalimatnya adalah….
Untuk menyemarakkan acara diskusi, sengaja kami undang seorang pakar…….bernama…….beliau lahir di…….jabatan yang pernah disandangnya adalah…..Dan hari ini Beliau telah siap dengan makalahnya yang bertajuk…………..Untuk memperlancar kegiatan presentasi kali ini, saya (nama modertor) akan berusaha memandu acara sampai selesai….
  1. Penentuan waktu dan mekanisme tanya jawab
Waktu yang diatur meliputi waktu presentasi dan pengaturan sesi tanya jawab, termasuk alokasi waktu serta jumlah sesi yang akan direncanakan. Contohnya
Agar diskusi kita berjalan dengan lancar, maka penyaji akan kita persilakan untuk menyajikan makalahnya selama…..menit. Sedangkan untuk sesi tanya jawab akan kita beri waktu selama……menit, setelah Bapak…….menyajikan makalahnya.
  1. Mengundang Pembicara menyajikan presentasi
Contohnya….Saya persilakan pakar kita, Bapak…..menyajikan makalahnya……
  1. Rangkuman umum inti presentasi penyaji
Rangkuman presentasi yang mungkin sering Anda lihat di televisi adalah pada akhir kegiatan…tetapi ada manfaat khusus jika moderator menyampaikan kesimpulan setelah presenter menyajikan makalah, yakni untuk menarik peserta buat memberikan pertanyaan…terutama jika presenternya monoton, terlalu teks book atau secara umum kurang baik dalam menampilkan makalah. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.
Demikianlah sajian yang menarik dari Bapak……Sajian tadi saya yakin akan merangsang kita untuk berfikir arti pentingnya…… Jalan keluar yang ditawarkan antara lain adalah………….
  1. Mengundang pendengar untuk bertanya
Lebih baik jika sesi tanya jawab dibagi dalam beberapa sesi dengan satu sesi maksimum 3 penanya. Contohnya
Untuk memperjelas makalah yang telah disajikan, kami undang Bapak dan Ibu untuk memberikan pertanyaan. Untuk kesempatan pertama, kami akan buka termin pertama dengan 3 penanya…..Mohon Bapak – Ibu menyebutkan nama dan asal instansi sebelum mulai bertanya…..serta mohon agar pertanyaan yang diberikan singkat, tepat sasaran. Kami persilakan…..
  1. Ucapan terimakasih kepada penyaji dan pendengar
Sampaikan dengan ramah, tulus dan penuh senyum.Contohnya….
Terima kasih atas Bapak…..yang telah sudi membagi sedikit pengalamannya pada acara diskusi hari ini…..Rasa terimakasih juga saya sampaikan kepada para hadirin sekalian, utamanya atas partisipasi aktif selama diskusi berlangsung….
  1. Moderator menutup presentasi
Tutup dengan ucapan yang bersemangat atau kalimat-kalimat yang bernada optimis atas pemecahan masalah yang telah didiskusikan. Contohnya….
Kita tutup diskusi kita hari ini dengan ucapan Semoga Indonesia tetap maju…..serta tepuk tangan untuk kita semua……

teknik Menjadi Moderator dalam Sebuah Presentasi


Sebenarnya sih pengennya aku nyari referensi di internet tentang bagaimana caranya menjadi seorang moderator yang baik dalam sebuah presentasi…utamanya buat mendukung my competencies saat ngajar teknik presentasi pada Diklat Pim Tingkat IV. Sebenarnya saya sendiri sudah punya pedoman bagaimana menjadi moderator yang baik…yang saya dapat dari Mr. Marpaung saat ngikut diklat di Jakarta Mei kemaren…. but terus terang saja saya seringkali kurang marem saat hanya punya sebuah referensi… so dengan seksama saya kemudian search di Paman Google dengan kata kunci moderator….Tapi referensi moderator yang ada di internet ternyata bagaimana menjadi moderator di mils-mils diskusi di internet, sedangkan moderator untuk presentasi lisan gak kutemukan…. Sehingga aku yang semula pengen ngesearch…jadinya malah posting yang kudapat selama kursus….buat ngisi khazanah tentang topik itu sekalian minta masukan kalau ada yang bersedia ngasih….
Moderator dalam sebuah presentasi lisan ternyata cukup penting bahkan menjadi orang kedua dalam sebuah presentasi…Bahkan saya sendiri berpendapat lancar tidaknya jalannya sebuah presentasi yang diikuti dengan diskusi sangat tergantung pada pengaturan sang moderator….mulai dari ngatur waktu presentasi, waktu tanya jawab, serta menarik tidaknya sebuah presentasi….Oleh karena itu antara presenter dan moderator sebisa mungkin harus menjalin komunikasi terlebih dahulu sebelum memulai jalannya diskusi guna merancang skenario presentasi…dan saat pelaksanaan diskusi moderator dan presentasi juga harus saling membantu….Walaupun demikian moderator harus tetap setia dengan pakemnya sebagai orang kedua dalam sebuah presentasi…. sehingga moderator dalam hal ini tidak akan mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan presenter apalagi sampai menjatuhkan sang presenter…..karena namanya juga presentasi maka presenter lah aktor utamanya….
Ada beberapa urutan langkah yang harus dilakukan moderator dalam sebuah presentasi, yakni : 1) Pembukaan; 2) Ucapan Selamat Datang pada Peserta; 3) Uraian singkat latar belakang dan tujuan presentasi; 4) Perkenalan Penyaji dan Tema Presentasi; 5) Penentuan waktu dan mekanisme tanya jawab; 6) Mengundang Pembicara menyajikan presentasi; 7) Rangkuman umum inti presentasi penyaji; 8) Mengundang pendengar untuk bertanya; 9) Ucapan terimakasih kepada penyaji dan pendengar; 10) Moderator menutup presentasi
  1. Pembukaan
Tugas pertama Moderator adalah membuka jalannya presentasi, diskusi, seminar, lokakarya. Sebagai contoh saya sajikan kalimat pembuka sebagai berikut :
Selamat Pagi….Ass. Wr. Wb…..
Baiklah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, marilah kita buka pertemuan pagi ini dengan terlebih dahulu mengucap puji syukur kehadlirat Tuhan YME…..
  1. Ucapan Selamat Datang Peserta
Tugas berikut adalah mengucapkan selamat datang pada peserta. Disini upayakan agar peserta mendapat kesan yang menyenangkan terhadap acara presentasi sekaligus sedikit memberi kesan bahwa Anda adalah seorang moderator yang baik. Contoh kalimatnya adalah
Selamat datang bagi para eksekutif muda yang hadir dalam acara Diskusi yang menarik ini dan dilaksanakan di gedung yang juga ekslusif, yaitu…..
  1. Uraian singkat latar belakang dan tujuan presentasi
Upayakan peserta merasa tertarik dengan materi presentasi dengan menceritakan latar belakang dan tujuan presentasi. Disini moderator harus berusaha agar topik yang disajikan itu seolah-olah merupakan hal yang penting, up to date sekaligus dekat dengan kehidupan keseharian peserta. Contoh kalimatnya adalah
Diskusi yang menarik ini dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan kita pada……..Oleh karena itu, diskusi kita hari ini akan bertujuan untuk…..
  1. Perkenalan Penyaji dan Tema Presentasi
Dalam memperkenalkan presenter, upayakan agar audiens merasa yakin dengan kualitas dan kapabilitas si pembicara, utamanya kelayakan kompetensi sehubungan dengan makalah yang hendak disajikan. Contoh kalimatnya adalah….
Untuk menyemarakkan acara diskusi, sengaja kami undang seorang pakar…….bernama…….beliau lahir di…….jabatan yang pernah disandangnya adalah…..Dan hari ini Beliau telah siap dengan makalahnya yang bertajuk…………..Untuk memperlancar kegiatan presentasi kali ini, saya (nama modertor) akan berusaha memandu acara sampai selesai….
  1. Penentuan waktu dan mekanisme tanya jawab
Waktu yang diatur meliputi waktu presentasi dan pengaturan sesi tanya jawab, termasuk alokasi waktu serta jumlah sesi yang akan direncanakan. Contohnya
Agar diskusi kita berjalan dengan lancar, maka penyaji akan kita persilakan untuk menyajikan makalahnya selama…..menit. Sedangkan untuk sesi tanya jawab akan kita beri waktu selama……menit, setelah Bapak…….menyajikan makalahnya.
  1. Mengundang Pembicara menyajikan presentasi
Contohnya….Saya persilakan pakar kita, Bapak…..menyajikan makalahnya……
  1. Rangkuman umum inti presentasi penyaji
Rangkuman presentasi yang mungkin sering Anda lihat di televisi adalah pada akhir kegiatan…tetapi ada manfaat khusus jika moderator menyampaikan kesimpulan setelah presenter menyajikan makalah, yakni untuk menarik peserta buat memberikan pertanyaan…terutama jika presenternya monoton, terlalu teks book atau secara umum kurang baik dalam menampilkan makalah. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.
Demikianlah sajian yang menarik dari Bapak……Sajian tadi saya yakin akan merangsang kita untuk berfikir arti pentingnya…… Jalan keluar yang ditawarkan antara lain adalah………….
  1. Mengundang pendengar untuk bertanya
Lebih baik jika sesi tanya jawab dibagi dalam beberapa sesi dengan satu sesi maksimum 3 penanya. Contohnya
Untuk memperjelas makalah yang telah disajikan, kami undang Bapak dan Ibu untuk memberikan pertanyaan. Untuk kesempatan pertama, kami akan buka termin pertama dengan 3 penanya…..Mohon Bapak – Ibu menyebutkan nama dan asal instansi sebelum mulai bertanya…..serta mohon agar pertanyaan yang diberikan singkat, tepat sasaran. Kami persilakan…..
  1. Ucapan terimakasih kepada penyaji dan pendengar
Sampaikan dengan ramah, tulus dan penuh senyum.Contohnya….
Terima kasih atas Bapak…..yang telah sudi membagi sedikit pengalamannya pada acara diskusi hari ini…..Rasa terimakasih juga saya sampaikan kepada para hadirin sekalian, utamanya atas partisipasi aktif selama diskusi berlangsung….
  1. Moderator menutup presentasi
Tutup dengan ucapan yang bersemangat atau kalimat-kalimat yang bernada optimis atas pemecahan masalah yang telah didiskusikan. Contohnya….
Kita tutup diskusi kita hari ini dengan ucapan Semoga Indonesia tetap maju…..serta tepuk tangan untuk kita semua……

Teknik Menjadi MC

Seorang pembawa acaraMC) (hendaknya dipilih dengan mempertimbangkan bebrapa hal. Tidak benar jika pembawa acara bisa dilakukan setiap orang tanpa pertimbangan tertentu. Anggapan demikian itu sekurang-kurangnya memberikan kesan kurang profesional. Dalam kata lain disebutkan bahwa seorang pembawa acara suatu kegiatan yang tampil acak, atau tanpa persiapan dan pertimbangan jelas akan memberikan kesan pembawa acara yang amatiran. Apalagi jika bertindak selaku pembawa acara resmi, semacam : seminar, pesta resepsi pernikahan, dan lain-lain.1. Penampilan (Performance)
Dengan penampilan yang menarik, penonton atau pendengar tidak cepat merasa bosan.
2. Sikap
Sikap pembawa acara hendaknya mampu menjadi penghubung antara kepentingan penonton dan pelaku kegiatan yang ditampilkannya.
3. Bahasa
Tanpa dibekali kepandaian dalam memerankan kepintaran berbahasa, seorang pembawa acara tidak akan berhasil mengantarkan sebuah acara yang baik, bahkan sering menimbulkan kejengkelan pemirsanya.
4. Wawasan
Seorang pembawa acara dituntut memiliki wawasan yang kuat dan luas. pembawa acara yang tidak memiliki wawasan yang luas terkesan picik, ragu, bahkan terlihat bengong dan terbatas.

Contoh Naskah Pembawa Acara
PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI

Yang kami hormati Bapak Lurah Palangrejo,
Bapak Carik Palangrejo,
Bapak-bapak Ketua RW seluruh Palangrejo,
Ibu-ibu, Bapak-bapak dan hadirin yang kami muliakan,
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam dan selamat sejahtera, dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, marilah kita bersama-sama berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan rahmat-Nyalah kita semua bisa hadir bersama-sama di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat.
Atas nama panitia kami menyampaikan terima kasih kepada hadirin, yang telah dengan tulus ikhlas menyempatkan diri menghadiri undangan kami dalam rangka ikut bersama-sama memeriahkan, memperingati hari besar nasional, hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indnesia yang ke-… yang kita cintai bersama ini. Semoga amal baik Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin semuanya itu mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin!
Hadirin yang kami muliakan, untuk memanfaatkan waktu baiklah segera saja kami bacakan susunan acara malam ini sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Mengheningkan cipta
4. Sambutan Bapak Ketua Panitia
5. Sambutan Bapak Lurah Palangrejoa
6. Pembagian hadiah
7. Pembacaan doa
8. Acara hiburan, dan
9. Penutup
Demikianlah susunan acara tersebut, selanjutnya marilah kita sama-sama masuk ke acara berikutnya, yakni acara kedua ialah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Untuk itu rekan kami Saudara Iwan Syamsudi kami persilahkan memimpinnya, dan hadirin kami persilahkan berdiri.
***** ACARA MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA *****
Terima kasih, hadirin kami persilahkan tetap berdiri sejenak, sementara itu Saudara Iwan Syamsudi akan memimpin acara mengheningkan cipta. Kami persilahkan!
***** ACARA MENGHENINGKAN CIPTA *****
Terima kasih, hadirin kami persilahkan duduk! Bapak-bapak. Ibu-ibu, dan hadirin yang kami muliakan, tibalah sekarang acara berikutnya, yakni sambutan-sambutan. Sambutan pertama ialah dari Bapak Ketua Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-…. Untuk itu kami persilahkan yang terhormat Bapak Drs.
Muntohar.
***** SAMBUTAN BAPAK KETUA PANITIA *****
Terima kasih, Bapak Drs. Muntohar, acara berikutnya ialah sambutan Bapak Lurah Palangrejo. Untuk itu segera kami berikan kesempatan ini kepada Bapak Lurah. Yang kami hormati Bapak Haji Imron kami persilahkan!
***** SAMBUTAN BAPAK KEPALA DESA *****
Demikian hadirin sambutan Bapak Kepala Desa Palangrejo, semoga kita semuanya mampu melaksanakan semua himbauan yang disampaikan Bapak Lurah tadi. Terima kasih Bapak Haji Imron. Hadirin yang kami hormati, acara berikutnya ialah pembagian hadiah. Pembagian hadiah ini merupakan hasil lomba yang diselenggarakan oleh adik-adik kita Karang Taruna, yang dengan sukses ikut partisipasi secara aktif memeriahkan peringatan ulang tahun kemerdekaan ini. Untuk itu acara berikut kami serahkan sepenuhnya kepada adik Irawan Marsyidi, ialah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Adik Irawan kami persilahkan!
***** ACARA PEMBAGIAN HADIAH OLEH KARANG TARUNA *****
Acara demi acara telah kita lampaui. Sebelum menuju ke arah puncak, baiklah kita ikuti dahulu acara pembacaan doa, yang dalam hal ini akan dipimpin oleh Bapak Modin selaku sesepuh desa. Untuk itu yang kami hormati Bapak H. Mohammad Syaifullah kami persilahkan!
***** ACARA PEMBACAAN DOA *****
Terima kasih, Bapak H. Mohammad Syaifullah.
Hadirin yang kami hormati, tibalah sekarang pada acara yang kita tunggu-tunggu bersama, ialah acara hiburan yang akan ditampilan oleh adik-adik remaja desa kita. Untuk itu kami persilahkan hadirin mengikutinya sambil duduk santai dan menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Sepenuhnya acara ini segera saja kami serahkan kepada pemandu acara Saudara kita Irfan Mursyid.
Atas nama panitia, kami mohon maaf jika seluruh acara malam ini masih belum sempurna. Dalam kesempatan terakhir ini sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada hadirin. Semoga puas dan berbahagia menikmati acara malam ini. Untuk acara hiburan, inilah Saudara Edy Manan. Kami persilahkan! Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
***** ACARA HIBURAN, DITERUSKAN DENGAN PENUTUP *****

Teknik Retorika

Dari Aristoteles diperoleh lima tahap penyusunan pidato atau yang dikenal dengan Lima Hukum Retorika (The Five Canons of Rhetoric), antara lain:
  1. Inventio (penemuan), dimana pembicara mengidentifikasi khalayak guna mengatahui metode persuasi apa yang paling tepat. Ada tiga cara untuk mempersuasi manusia, yaitu: ethos (memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya, status terhormat), pathos (mampu menyentuh hati khalayak dengan perasaan, emosi, harapan, kebencian, dan kasih sayang), logos ( mengajukan bukti atau argumen yang kelihatan sebagai bukti)
  2. Dispositio (penyusunan), pembicara mengorganisir pesan dalam menyusun pidato dengan melakukan taxis (pembagian) sehingga menjadi laur yang logis seperti: pengantar, pernyataaan, argumen dan epilog.
  3. Elucotio (memori), pembicara harus mengingat-ingat apa yang disampaikannya dan mengatur bahan pembicaraannya, dikenal juga dengan metode “jembatan keledai” untuk memudahkan ingatan.
  4. Pronuntiatio (penyampaian), pembicara menyampaikan pesannya secara lisan, dengan melakukan peran melalui intonasi suara dan gerakan badan.

Sabtu, 07 Desember 2013

Hidup Harus bermanfaat bagi

Saya tidak tahu akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa.
Tetapi permohonanku pada-Nya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat.
Manfaat bagi tanah air dan bangsa, manfaat bagi sesama manusia.
Permohonan ini saya pandjatkan pada tiap-tiap sembahjang.
sebab Dialah Asal dari segala Asal, Dialah "Purwaning Dumadi".

Merdeka ! Merdeka untuk selama-lamanya !

(Soekarno 6 Juni 1957)


Senin, 28 Oktober 2013

"SUMPAH PEMUDA HARI INI"


                                   
SUMPAH PEMUDA...
sumpah saya masih muda, masih berjiwa muda,
 masih terus bergabung dalam organisasi kepemudaan
dan sumpah beta masih sayang Nona.
Sumpah pemuda hari ini????

"Selamat hari sumpah pemuda"

                                           BERANI BERSUMPAH BERARTI BERANI BERKOMITMEN.

Selasa, 08 Oktober 2013

Aleta Baun, Perempuan NTT, kabupaten TTS Peraih Penghargaan Lingkungan di AS

   Kegigihannya mempertahankan identitas sukunya menginspirasikan



   Aleta Baun, seorang perempuan dari Nusa Tenggara Timur, meraih penghargaan Goldman Environmental Prize 2013 atas jasa-jasanya di bidang konservasi alam. Mama Aleta menerima langsung Goldman Environmental Prize 2013 dalam satu upacara khusus di San Francisco Opera House, Amerika Serikat, sekitar pukul 17.00, Senin 15 April 2013, waktu San Fransisco atau pukul 07.00, 16 April 2013 WIB.

Goldman Environmental Prize 2013 merupakan Hadiah Lingkungan Hidup yang diberikan setiap tahun kepada pahlawan lingkungan hidup, masing-masing mewakili enam kawasan besar di dunia. Lima lainnya adalah Jonathan Deal (Afrika Selatan), Kimberly Wasserman (AS), Azzam Alwash (Irak), Rossano Ercolini (Italia), dan Nohra Padilla (Kolombia).

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyambut gembira atas penghargaan Goldman Enviromental Prize 2013 kepada Aleta Ba’un yang biasa dikenal dengan Mama Aleta itu. Anggota Dewan AMAN Nasional (DAMANAS) mewakili Region Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) itu terpilih melalui penjurian internasional berdasarkan nominasi rahasia oleh suatu jaringan kerja berbagai organisasi dan para penggiat di bidang lingkungan hidup.

“Saya gembira, ini penghargaan yang pantas buat Mama Aleta. Beliau merupakan Perempuan Adat yang menjadi pemimpin dan memilih menggerakkan perempuan di tengah struktur sosial yang lebih banyak didominasi oleh kaum laki-laki," kata Sekretaris Jenderal AMAN, Abdon Nababan, secara tertulis ke VIVAnews.

Menurut Abdon, Mama Aleta berhasil menggerakkan Masyarakat Adat Mollo untuk kembali  percaya pada kekuatan ritual sebagai media yang mempersatukan perjuangan bersama antara masyarakat adat dengan para leluhurnya, salah satunya melawan agresi pembangunan yang masuk dalam bentuk tambang marmer.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga Goldman karena ini kali ketiga pemimpin pergerakan Masyarakat Adat Nusantara menerima Goldman Environmental Prize. Sebelumnya dimenangkan oleh Bapak (alm) Loir Botor Dingit, Kepala Adat Besar Masyarakat Adat Dayak Bentian dari Kalimantan Timur pada tahun 1997 dan Mama Yosepha Alomang dari Orang Amungme di Papua pada tahun 2001," katanya.

Di Kaki Gunung Mutis NTT

Aleta lahir dari keluarga petani di kaki Gunung Mutis, Timor, Nusa Tenggara Timur. Di usia muda, dia kehilangan ibunya sehingga dia dibesarkan perempuan lain di sukunya, Suku Mollo.

Sebagai seseorang yang hidupnya dibentuk oleh nilai-nilai dari tetua suku, Aleta menjadi pemimpin di komunitasnya, sehingga lama-lama dikenal sebagai Mama Aleta. Seperti dilansir laman Goldman Prize, Suku Mollo berabad-abad bertahan hidup dari keanekaragaman hayati di Gunung Mutis yang disakralkan. Mereka mengumpulkan makanan dan obat-obatan dari hutan, menanam di tanah subur dan menenun baju dari serat alami.

Perjuangan Mama Aleta telah dimulai pada 1990-an ketika Gunung Batu Anjaf dan Nausus mulai dirambah industri tambang dan industri kehutanan. Gunung Batu Anjaf untuk dikeruk (dibelah) dan diolah menjadi batu marmer. Batu, bagi orang Timor adalah batu nama. Nama marga ada pada batu-batu itu. Kalau batu nama itu dihilangkan, maknanya sama dengan menghilangkan identitas orang Timor.

Dia pun bertindak, menyatukan komunitas untuk sama-sama menolak upaya korporasi itu demi mempertahankan identitas Suku Mollo. Keinginannya sederhana, agar masyarakat setempat tidak kehilangan sumber pangan, identitas dan budaya daerah

Perjuangan Mama Aleta dan Masyarakat Adat Mollo selama 11 tahun mulai membuahkan hasil pada 2007, dengan dihentikannya operasi tambang di daerah tersebut. Mama Aleta secara damai menduduki tempat-tempat penambangan marmer dengan aksi yang disebut "protes sambil menenun." Perusakan tanah hutan yang sakral di Gunung Mutis, Pulau Timor akhirnya bisa dicegah.

Kegigihan perempuan kelahiran Lelobatan, Mollo, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, 16 Maret 1963 itu mempertahankan tanah leluhurnya dan membangun solidaritas dan menjadi inspirasi bagi kaum tani dan masyarakat adat, khususnya kaum perempuan adat, telah membawanya meraih penghargaan lingkungan hidup "Goldman Environmental Prize 2013".

"Kita sangat berterimakasih mendapatkan seorang Ibu di Pegunungan Timor sebagai kebanggaan Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan atas semua perjuangan ibu-ibu petani dan Masyarakat Adat Nusantara yang Mama Aleta wakili sebagai pahlawan dalam pertahanan budaya, pangan, penghidupan berkelanjutan, pemeliharaan dan pengelolaan alam.
Ternyata perjuangan beliau dihargai oleh dunia luas lingkungan hidup,” kata Antoinette G. Royo, Direktur Eksekutif Samdhana Institute. Lembaga pendukung dan pengusul Mama Aleta ke Goldman Environment Prize.

Didirikan sejak 1989 oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Richard dan Rhoda Goldman dari San Francisco, Goldman Enviromental Prize saat ini memasuki tahun ke-24. (ren)

Minggu, 18 Agustus 2013

Kata Mutiara Komunis

SALAM REVOLUSI INDONESIA
“Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer.”  “dua tangan yang bekerja bisa melakukan lebih banyak dari pada seribu tangan berdoa.”
Kenyataan dapat mengancurkan mimpi, kenapa mimpi tidak dapat mengancurkan kenyataan?
George Moore (1873 – 1958)
Filsuf Inggris

Jika ingin mengambil, Anda harus memberi lebih dahulu. Inilah awal mula kecerdasan.
Lao Tzu (600 – 531 SM)
Filsuf Cina, Penemu ajaran Taoisme

Sukses berkaitan dengan tindakan. Orang-orang yang sukses terus maju, mereka membuat kesalahan, tapi mereka tidak pernah menyerah.
Conrad Hilton
Pendiri jaringan Hotel Hilton

Orang-orang pesimistis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Orang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Wiston Churchill
Perdana Menteri Inggris Selaman PD II

Persahabatan berbasis bisnis lebih baik ketimbang bisnis yang berbasis persahabatan.
John D Rockefeller
Pengusaha dan Pembaharu Industri Minyak Amerika Serikat

Jangan takut membuat kesalahan. Namun, pasti Anda tidak membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya
Akio Morita (1921 – 1999)
Chairman Sony Corporation

Tragedi sesungguhnya dari orang-orang miskin adalah kemiskinan mereka akan inspirasi
Adam Smith (1723 – 1790)
Ekonom dan Filsuf Skotlandia

Hanya Anda sendiri yang bisa merubah hidup Anda. Orang lain tidak akan dapat melakukannya untuk Anda
Carol Burnett
Aktris Amerika Serikat

Ruangan tanpa buku seperti raga tanpa jiwa
Marcus Tullius Cicero (106BC – 43SM)
Ahli Pidato Romawi

Saya pilih jadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca
Thomas Babington Macaulay (1800 – 1859)
Sejarahwan Inggris

Sebagus apapun strategi, Anda harus mempertimbangkan hasilnya
Sir Winston Curchill (1874 – 1965)
Perdana Menteri Inggris



Investasi dalam ilmu pengetahuan selalu memberikan hasil terbaik
Benjamin Franklin (1706 – 1790)
Tokoh Amerika Serikat

Kita memiliki musuh nyata di dunia ini. Musuh-musuh itu harus dikejar, ditemukan dan wajib dikalahkan
Barack Obama
Presiden Partai Demokrat AS



Tujuan utama pendidikan bukan ilmu pengetahuan, melainkan aksi nyata
Herbert Spencer (1820 – 1903)
Filsuf Inggris

Satu hal yang baik saat usia mulai tua adalah ketika Anda merasa lebih menarik daripada orang-orang yang anda jumpai
Lee Marvin (1924 – 1987)
Aktor Amerika Serikat

Persatuan merupakan syarat utama terpeliharanya kebebasan. Cinta Anda harusnya membuat Anda menjaga orang lain.
George Washington (1732 – 1799)
PresidenPertamaAS

Setiap gagasan yang saya munculkan harus saya bantah, itu cara saya menguji gagasan
Emile Chartier (1868 – 1951)
Filsuf Prancis


Tidak Peduli apakah kucing itu berwarna hitam atau putih yang penting bisa menangkap tikus
Deng Xiaoping (1904 – 1997)
Pimpinan Partai Komunis Cina

Keberanian sejatinya hanya kerelaan untuk merasa takut terhadap suatu hal, namun tetap menghadapinya
"aku bisa saja membunuh semua yahudi, tapi sengaja aku sisakan sedikit agar kalian semua tau seperti apa mereka dan mengapa aku membunuh mereka"

“Jadilah bagian dari perubahan yang ingin kamu saksikan di dunia ini.”

“Ketika kamu berhadapan dengan musuhmu, taklukkan mereka dengan cinta.”

“Tidak ada orang yang dapat menyakitiku tanpa izinku.”

“Tidak ada kesia-siaan yang menguras tubuh kecuali kekhawatiran, dan orang yang punya keyakinan pada Tuhan seharusnya merasa malu kalau masih mengkhawatirkan sesuatu.”

“Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah sifat orang perkasa.”

“ Tanpa kekerasan adalah senjata milik orang yang perkasa.”

“Apa pendapat saya mengenai kebudayaan barat? Saya kira itu adalah gagasan yang sangat baik.”

“Bila kamu punya kebenaran, maka kebenaran itu harus ditambah dengan cinta, atau pesan dan pembawanya akan ditolak.”

“Kalau kamu ditampar, dengan senang hati hadapkan pipi yang satunya.”

“Ketidak sempurnaan dan kegagalanku sama banyaknya dengan berkat Tuhan yang diberikan
dalam bentuk sukses dan kemampuan, dan keduanya kupersembahkan di kakiNya.”

“Cara terbaik menemukan dirimu adalah dengan meleburkan diri dalam pelayanan orang lain.”

“Bumi cukup menyediakan segala sesuatu untuk memuaskan kebutuhan semua orang, bukan semua ketamakan.”

“Kamu dapat merantaiku, kamu dapat menyiksaku, bahkan kamu dapat menghancurkan tubuh ini, tetapi kamu tidak akan dapat memenjarakan pikiranku.”

“Perbedaan antara apa yang kita lakukan dan apa yang mampu kita lakukan sudah cukup untuk menyelesaikan kebanyakan persoalan yang ada di dunia ini.”

“Keyakinan… Harus di dikuatkan dengan alasan… Ketika keyakinan jadi buta, dia akan mati.”

“Sabar berarti siap menderita.”

“Mereka tidak dapat mengambil harga diri kita kalau kita tidak memberikannya kepada mereka.”

“Jangan putus asa terhadap kemanusiaan. Kemanusiaan bagaikan samudera. Beberapa tetes air kotor tidak mampu mengotori seluruh samudera.”

“Bila pencungkilan mata di balas dengan mencukil mata, seluruh dunia akan menjadi buta”

“Prinsip Tanpa Kekerasan bukanlah busana yang dapat dipakai dan ditinggalkan. Kedudukannya adalah dalam hati kita. Ia mesti menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri kita.”

“Aku tak ingin melihat apa yang dapat terjadi di masa depan. Aku peduli pada masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi.”

“Sopan terhadap lawan dan upaya untuk memahami sudut pandangnya , itulah Prinsip Tanpa Kekerasan.”